Kamis, 20 Mei 2010

KISAH SEPOTONG KUE

Suatu malam ada seorang wanita sedang menunggu di bandara. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk menghabiskan waktu, ia membeli buku dan sebungkus kue di toko bandara. Lalu ia menemukan tempat duduk, sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasikannya, ia melihat lelaki duduk disebelahnya, lalu mengambil satu persatu kue yang ada diantara tempat duduk mereka berdua.

Wanita itu mencoba mengabaikan apa yang terjadi agar tidak ada keributan.ia membaca, memakan kue sambil melihat jam. Sementara si lelaki tadi dengan beraninya mengambil keu satu persatu  disampingnya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berfikir:” kalau saja aku bukan orang baik-baik , sudah ku maki-maki dia”. Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki itupun juga mengambil satu .Ketika  tersisa hanya satu kue, ia bertanya-tanya dalam hatinya, apa yang dilakukan si lelaki itu.

Dengan senyum ceria dan sedikit agak gugup lelaki itu mengambil kue terakhir dan membaginya dua, separoh untuknya dan separohnya lagi untuk wanita itu. Dengan galaknya si wanita itu merebut kedua potongan kue itu dan sambil berkata dalam hati : Yaaaa ampuuun…..lelaki itu rakus sekali, kue sisa satu saja masih dibagi dua,bukan kuenya kok mau dihabisi. Belum pernah rasanya aku kesal seperti ini, kedumel  wanita itu.Ia bernapas lega saat penerbangannya diumumkan. 

Ia mengumpulkan barang-barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak menoleh pada si lelaki yang tak tahu diri itu.Ia naik pesawat dan duduk di kursinya,lalu mencari bukunya yang hampir selesai dibacanya, saat ia membuka tasnya,ia menahan napas dan begitu kagetnya…..!Disitu ada satu bungkus kue yang tadi dibelinya.Sambil berkata didalam hati: 
Looo…..kok kue ku masih ada disini ….?                
Kok kue ku masih utuh..? 
Jadi … kue yang ku makan tadi punya lelaki itu, dan dia mencoba berbagi dengan ku…?
Aduuh… malu rasanya aku…

Mau minta maaf …bagaimana caranya…?
Dia tidak satu pesawat dengan ku.                         

Terlambat sudah……Lalu ia tersandar dikursinya.
 

Bahwa sesungguhnya ia lah yang berbuat kasar dan tidak tahu malu, dan sebenarnya ia lah yang mengambil kue yang bukan haknya.

Dalam hidup ini , kisah seperti ini sering terjadi , kita sering berprasangka , dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri, dan tidak jarang kita berprasangka buruk dengan orang lain.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar